Kamis, 06 Desember 2018
Berlangganan

Google Go, Aplikasi Pencarian Dari Google yang Ringan dan Hemat Bandwith

Google memperkenalkan aplikasi Google Go di Indonesia dalam agenda "Google for Indonesia" yang berlangsung di Jakarta, Selasa (4/12/2018). Aplikasi ini menyusul deretan aplikasi "hemat" lain besutan Google seperti YouTube Go, Files Go, dan Asisstant Go, yang sudah ada. Aplikasi berlabel "Go" merupakan versi irit yang dirancang lebih ringan dibanding aplikasi standar dengan nama serupa tanpa embel-embel itu. "Kami meluncurkan Google, aplikasi terbaru dengan dukungan AI (Artificial Inteligent) yang dirancang khusus untuk pengguna baru internet di smartphone," jelas Kentaro Tokusei, Product Management Director Google Search, saat meluncurkan aplikasi Google Go.

Yang disebut pengguna baru ialah mereka yang berpindah dari feature phone dan beralih ke smartphone. Karena, aplikasi yang berlabel "Go" memang ditujukan untuk smartphone entry-level yang memiliki spesifikasi rendah. Aplikasi ini hanya memiliki ukuran file 5 MB dan disebut menghemat kuota data sampai dengan 40 persen ketika dipakai untuk melakukan browsing. Dengan ukuran yang kecil, smartphone dengan ruang penyimpanan sangat terbatas pun akan tetap bisa menampung aplikasi pencarian ini. Google Go juga handal ketika digunakan untuk melakukan penelusuran di daerah yang hanya terjangkau jaringan 2G atau ketika jaringan internet yang anda gunakan tidak stabil. Jika jaringan terputus, Google Go akan menyimpan serta mengambil hasil penelusuran kemudian saat pengguna online kembali maka hasil penelusuran akan dimunculkan. Interface Aplikasi penelusuran ini dibuat sederhana dengan menyuguhkan isu-isu di internet yang sedang menjadi trending Google saat itu. Beberapa aplikasi digunakan oleh banyak netizen yang ada di Indonesia juga dapat diaksses dengan mudah.

Ada 13 kategori yang bisa diakses seperti berita, olah raga, Lowongan pekerjaan, pendidikan dan lain sebagainya. Cukup dengan menggeser kekanan Pengguna bisa menemukan berita hot yang lagi trending hari ini. Selain itu Google Go juga dibekali dengan kecerdasan buatan yang bisa membacakan isi halaman dari sebuah web yang dibuka lewat audi.

Karena adanya penanda ketika teks dibacakan, maka teks panjang akan lebih mudah dipahami sambil melakukan aktivitas lainnya, seperti olahraga atau bermain bersama anak, memasak dll. Seperti aplikasi Android lainnya Google Go juga dapat diunduh dari play store. Walaupun ponsel ini ditujukan untuk konsumen kelas menengah namun aplikasi ini juga dapat diinstall di smartphone yang lebih canggih. Dengan dukungan AI yang ada pada Google Go Wikipedia bahasa Inggris bisa diterjemahkan ke Bahasa Indonesiauntuk menyediakan konten berbahasa Indonesia lebih banyak lagi. Salah satuyang dilakukan adalah menjalin kerjasama Google dengan Wikipedia. Google akan mengidentifikasi artikel Wikipedia yang relevan namun hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. Kemudian, Google akan memanfaatkan sistem yang disebut neural machine translation untuk menerjemahkan artikel tersebut secara kalimat utuh, bukan kata per kata, yang hasilnya akan muncul di laman pencarian Google Search.